Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Info Seni & Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Seni & Budaya. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 September 2013
Koleksi Lagu Karaoke Midi Campursari

Boleh dibilang lagu Midi itu menurutku sendiri enak didengerin dan nggak mbosenin layaknya lagu instrumental, Untuk karaokean juga mantebs.
Mohon maaf untuk yang sudah mampir kemarin memang linknya broken jadi diganti linknya
Lagu Campursari seperti :
1. Sewu Kutho
2. Lingsir Wengi
3. Stasiun Balapan
4. Ojo Lamis
5. Kemplink
6. Cidro
7. Kuncung
Lagu Campursari seperti :
1. Sewu Kutho
2. Lingsir Wengi
3. Stasiun Balapan
4. Ojo Lamis
5. Kemplink
6. Cidro
7. Kuncung
Kopi Kreatif
Kazuki Yamamoto seorang artis berasal dari Osaka Jepang.
Dengan menggunakan tusuk gigi, Kazuki menghasilkan karya seni seperti di bawah..mungkin menjadi inspirasi air kopi anda...
Rabu, 17 Juli 2013
Rhoma Irama..Terlalu..kalau tidak kenal "Penasaran"..???
Rhoma Irama The legend of Dangdut
Raden Oma Irama yang populer dengan nama Rhoma Irama (lahir di Tasikmalaya, 11 Desember 1946 ) adalah musisi dangdut dari Indonesia yang berjulukan "Raja Dangdut".
Sekilas
Pada tahun tujuh puluhan,
Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun
dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963. Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta
yang sejak 13 Oktober 1973 mulai berkibar. Bersama grup Soneta yang
dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.
Minggu, 09 Juni 2013
Mengenal Lambang Naga pada orang China
Naga, makhluk mitologi paling terkenal
di dunia. Seluruh dunia memiliki legendanya masing-masing. Namun tidak
bisa disangkal kalau Naga dari legenda Cina adalah yang paling menarik.
Mungkinkah makhluk terbang bertubuh ular, bertanduk dan memiliki cakar
itu benar-benar ada?
Di Eropa, naga selalu dilambangkan sebagai makhluk yang jahat. Namun, bagi masyarakat Cina, naga melambangkan kekuatan dan kekuasaan. Begitu besarnya penghormatan bangsa Cina kepada makhluk ini sehingga kaisar-kaisar yang gagah perkasa dengan bangga mengenakan gambar naga sebagai simbol mereka.Bagi bangsa Cina, naga adalah salah satu dari empat makhluk spiritual yang mendapat penghormatan tertinggi. Tiga makhluk lainnya adalah Phoenix, Qilin (Kirin) dan Kura-kura. Namun diantara semuanya, naga adalah yang paling perkasa.
Karakteristik Naga dan Angka 9
Di dalam mitologi Cina, naga memiliki kaitan yang sangat erat dengan angka “9″. Misalnya, Naga Cina sesungguhnya memiliki 9 karakteristik yang merupakan kombinasi dari makhluk-makhluk lainnya.
2. Sisiknya seperti ikan
3. Tanduknya seperti rusa
4. Matanya seperti siluman
5. Telinganya seperti lembu
6. Lehernya seperti ular
7. Perutnya seperti tiram
8. Telapak kakinya seperti harimau
9. Dan Cakarnya seperti rajawali.
Memahami Filosofi Burung Garuda
Jika di tanya apa yang saya ingat jika mendengar kata "Burung Garuda Pancasila"?
Lambang Negara Indonesia :-indo , ada simbol-simbol pancasila di
dalamnya , sisik di leher burung garuda berjumlah 45 yang menandakan "Tahun" , masing-masing sayap berjumlah 17 menandakan "Tanggal"
, dan ekor burung garuda yang berjumlah 8 menandakan "Bulan" dimana
Negara Indonesia meneriakkan dengan bebas kata Merdeka. dan kedua
kakinya mencengkram dengan kokoh sebuah pita bertulisan " BHINEKKA
TUNGGAL IKA" itu yang terbesit di pikiran saya.
Lalu apa lagi, apa hanya itu saja?? ternyata arti dari lambang garuda tidak sedemikian dangkal yang saya ketahui. Masih banyak hal yang penting dan berkaitan dengan Lambang Negara Indonesia "Burung Garuda Pancasila" seperti siapa perancang gambar tersebut? Bagaimana dengan pemberian namanya? apa makna dan arti lambang tersebut?
Lalu apa lagi, apa hanya itu saja?? ternyata arti dari lambang garuda tidak sedemikian dangkal yang saya ketahui. Masih banyak hal yang penting dan berkaitan dengan Lambang Negara Indonesia "Burung Garuda Pancasila" seperti siapa perancang gambar tersebut? Bagaimana dengan pemberian namanya? apa makna dan arti lambang tersebut?
Senin, 03 Juni 2013
Mengenal Ragam Batik Indonesia
Batik mempunyai berbagai macam jenis dan motifnya. Zaman dahulu, motif batik menandakan tingkat derajat pemakainya atau hanya untuk upacara-upacara tertentu saja. Namun kini, berbagai jenis motif batik bisa dipakai oleh siapa saja dan kapan saja. Apa saja jenis batik yang ada di Indonesia sekarang ini? Berikut beberapa contoh macam-macam Batik yang paling populer di kalangan masyarakat :
Batik Cuwiri merupakan motif batik yang menggunakan zat pewarna soga alam. Biasanya batik ini digunakan untuk semekan dan kemben, juga digunakan pada saat upacara mitoni. Motif batik ini kebanyakan menggunakan unsur meru dan gurda. Cuwiri sendiri memiliki arti kecil-kecil dan diharapkan untuk pemakainya pantas dan dihormati.Motif Batik Cuwiri
Minggu, 02 Juni 2013
PASAR BERINGHARJO JOGJA
The
location was once the market is a rather broad field, muddy and a bit
muddy, too many trees beringinnya, east (non-permanent building) is a
former tomb of the Dutch people. This place is officially used as a
venue for meeting people, after being appointed by the Sultan of
Yogyakarta in 1758. After that people began to exploit by establishing
Payon Payon as a shade-sun and rain.
"EENDER MOOISTE PASSER OP JAVA"
atau salah satu pasar terindah di Jawa bukanlah sebutan yang berlebihan
untuk pasar Beringharjo. Pasar yang berkonstruksi beton bertulang dalam
bentuk dan wujud yang akrab dengan arsitektur tropis ini juga merupakan
pasar tertua yang keberadaanya mempunyai nilai historis dan filosofis
yang tidak dapat dipisahkan dengan kraton Yogyakarta.
Pasar
tradisional yang terus berkembang ini dibangun di atas tanah seluas 2,5
hektar dan mengalami rehabilitasi sebanyak dua kali pada tahun 1951 dan
1970. Seiring dengan perkembangan zaman dan pemerintahan, maka pasar
Beringharjo diambil alih oleh pemerintah kota Yogyakarta.
KI NARTOSABDO (Sang Maestro Budaya Jawa)
GAMBANG SULING,
walaupun merupakan lagu etnik jawa namun lagu ini dikenal hampir
diseluruh penjuru Nusantara, bahkan mancanegara. Lagu sederhana namun
kaya rasa ini diciptakan oleh Ki Nartosabdo,
seorang Dalang Legendaris Indonesia. Gambang Suling hanyalah satu dari
sekian banyak hasil karya seni beliau. Berikut adalah jejak langkah
tentang Ki Nartosabdo.KI NARTOSABDO (lahir di Klaten, 25 Agustus 1925 – meninggal di Semarang, 7 Oktober 1985 pada umur 60 tahun) adalah seorang seniman musik dan dalang wayang kulit legendaris dari Jawa Tengah, Indonesia. Salah satu dalang ternama saat ini, yaitu Ki Manteb Soedharsono mengakui bahwa Ki Nartosabdo adalah dalang wayang kulit terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan belum tergantikan sampai saat ini.
Minggu, 26 Mei 2013
Hasil Pilkada Jateng Versi LSI
BISNIS.COM, JAKATA—Pasangan nomor 3
Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko dipastikan menang versi hitung cepat
versi Lingkaran Survei Indonesia.
Hasil quick count LSI yang ditayangkan TV One menyebutkan, hingga pukul 14:50 WIB Minggu (26/5/2013), input
suara sudah mencapai 93,75% dengan perolehan suara Ganjar Pranowo-Heru
Sudjatmoko 49,21%, pasangan nomor urut 2 Bibit Waluyo-Sudijono
Sastroatmodjo 30,14%, dan pasangan Pasangan nomor urut 1 Hadi
Prabowo-Don Murdono 20,65%.
Sisa suara 6,25% yang belum masuk
hitungan LSI diperkirakan tidak akan berpengaruh terhadap kemenangan
Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko versi hitung cepat tersebut.
Rabu, 17 April 2013
Lebih tepatnya Bangsa Ini Ada Baiknya Belajar dari Dlisen kulon
Berikut ini adalah tulisan dari bloggerpurworejo.com yang judul awalnya bangsa ini ada baikanya belajar dari Purworejo dan admin lebih detailkan bangsa ini ada baiknya belajar dari Dlisen Kulon.
Dlisen Kulon adalah salah satu dari 49 desa di kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Meski saya bukan warga desa tersebut, paling tidak sudah lima kali saya mampir ke desa yang lumayan unik itu. Saya cari di wikipedia, belum ada data tentang desa ini, baik itu jumlah penduduk, luas wilayah, dan informasi lainnya. Hanya saja, berdasarakan obrolan saya dengan salah satu warga desa ini, penduduk desa ini tidak lebih dari 300 orang atau hanya sekitar 70 KK. Tetapi di balik desa mungil ini banyak hal yang menarik untuk kita simak.
Minggu, 31 Maret 2013
Cinta Kuya Raih Penghargaan di kategori Bintang Cilik Favorit

Minggu, 28 Oktober 2012
Sejarah Pituruh – Purworejo – Jawa Tengah
8/23/2012 07:48:00 AM I Sahrul
Ahmed
Secara Historis maupun ditinjau dari
Epistimologis, nama Pituruh berasal dari kehebatan (tokoh linuwih) Tujuh Roh (7
Leluhur) yang cikal bakal di desa tersebut yang berdomisili di tujuh pedukuhan.
Ketujuh linuwih tersebut diyakini oleh warga adalah kaum bangsawan dari
Kerajaan Majapahit. Beliau diyakini sebagai para pengikut setia dari Raja
Majapahit (Raden Damarwulan).
Selasa, 23 Oktober 2012
Memahami Istilah Manager dan Tingkatannya

Menejer atau terkadang orang mengatakan manajer, adalah kata yang tidak asing bagi kita, apalagi bagi sebagian orang yang berada dalam bidang kerja. Namun tidak sedikit pula yang tidak memahami istilah tersebut secara mendalam, atau tahunya hanyalah atasan. Dalam ulasan ini, mari kita coba pahami definisi menejer, serta ada berapa sih tingkatan menejer itu?
Selasa, 02 Oktober 2012
Pantun Jawa
Nah ini dia dari blogbintang.com tentang Pantun Jawa
Sama seperti saat blogbintang.com menulis tentang pantun sunda dan cinta minang, disini juga sama, blogbintang hanya ingin mengajak saudara dan saudari disini untuk mau melestarikan budaya bangsa, dan untuk kali ini adalah budaya jawa. Maka daripada itu disini nantinya akan dituliskan banyak sekali pantun menggunakan bahasa jawa atau biasa disebut parikan. Ada berbagai kategori seperti yang jenaka alias lucu kalau dibaca atau memberikan nasehat kepada kita sebagai manusia tentang bagaimana menjalani hidup yang seharusnya seperti dalam cinta atau hubungan dengan orang lain.
Dan inilah dia gan kumpulan dari contoh pantun jawa :
Bude teko nggowo bolu…
Ngakune joko anake telu
mangan jadah, enteke telu
najan simbah, adhi kelasmu
Numpak sedhan nganggo blangkon
angkutan umum dadi becax
mbiyen premium saiki pertamax
wong luwe ora kongang ngadeg
Tuku gabah ning Semarang
Gabah garing sekepelan
Ra Masalah wedhok lanang
Sing penting duwe bolongan
Nyolong waja tekan balongan
olehe ngedol adoh tekan SUMUT
Bolongan aja sembarang bolongan
bolongan kudu sing iso ngemut
Saka balongan nganti tekan sumut
mung saderma golek kuthuk
Bolongan apa tah sing isa ngemut
ya kuwi sing di arani tutuk
jare Durno, bojone jaran
dede kulo, anakke setan
Ono Teklek kejegur kalen…
Tinimbang nggolek mendingan balen…
Pit Abang
Pite mas Mantri
Nek ngesun Kembang
aku ya ngantri
Lelene mati ditutuk
Gowo mrene tak sujanane
Yen merene ra nate petuk
Ndang merene tak entenane
Putih-putih kembang randu
Kuning abang kembang palase
Ati seddih nang awak kuru
Kelingan adik ayu rupane
apa weruh mobat-mabite
Wong baita kaisen toya
Sopo weruh bibit kawite
Wong sak dunyo ra ono sing liya
Sawunggaling carito kuno
Sing digawe kayune jati
Yen eling dang sambangono
Ojo gawe gelaning ati
Wis suwe ora mangan gudheg
wani mbanting oleh dedeg
ayo mancing golek dheleg
ngadeg jejeg nyungggi klapa
ora kaya ewuhe nyunggi duren
ora bisa ngadeg bukane apa-apa
ning merga lemes saking olehe keluwen
medan ana terminal Amplas
yen udan kebanjiran nggo susuh kodok
lha mosok ora nduwe ide babar blas
apa ide kuwi di monopoli kaum ortodoks
siji loro telu papat
lima enem pitu wolu
biji loro tetep hebat
angger kembang melu ngguyu
Siji loro telu
astane sedheku
mirengake simbah mu
menawa di dangu
mangan bakwan anget-anget
dipangan karo lombok abang
awan-awan kok adus kringet
luwih penak yen di dus i kembang
kembang mlati kembang kenongo
ojo ganti, mengko gelo
dondong opo salak
duku cilik cilik
ngandong opo mbecak
mlaku timik timik
Bekicot nempel katok
Nyocot thok
Ndelok Monas seko Tugu
Ben ra panas jejer aku
Wit Gedang Awoh Pakel
Omong Gampang Nglakoni Angel
wit Pakel kesrempet bis kota
najan angel tetep usaha
Jajah deso milangkori
Gadjahbengko cen ngangeni
Nyangking Ember Kiwo-Tengen
Lungguh Jejer Tombo Kangen
Esuk Nyuling Sore Nyuling, Sulinge Arek Surabaya
Esuk eling Sore eling, sing dieling ra rumangsa
Pithik walik mangan peyek
isih cilik betah melek (hi hi hi… ciblek)
Awan-awan mangan gethuk
bubar mangan kok ngantuk
saben dina sangu rantangan
isine rantang katon methuthuk
Aku pancen bubar mangan
ning ora mangan gethuk
awan-awan tuku blonjo nang pasar pahing
prawan rondo kanggoku ra patek penting.
Sama seperti saat blogbintang.com menulis tentang pantun sunda dan cinta minang, disini juga sama, blogbintang hanya ingin mengajak saudara dan saudari disini untuk mau melestarikan budaya bangsa, dan untuk kali ini adalah budaya jawa. Maka daripada itu disini nantinya akan dituliskan banyak sekali pantun menggunakan bahasa jawa atau biasa disebut parikan. Ada berbagai kategori seperti yang jenaka alias lucu kalau dibaca atau memberikan nasehat kepada kita sebagai manusia tentang bagaimana menjalani hidup yang seharusnya seperti dalam cinta atau hubungan dengan orang lain.
Dan inilah dia gan kumpulan dari contoh pantun jawa :
Bude teko nggowo bolu…
Ngakune joko anake telu
mangan jadah, enteke telu
najan simbah, adhi kelasmu
Numpak sedhan nganggo blangkon
angkutan umum dadi becax
mbiyen premium saiki pertamax
wong luwe ora kongang ngadeg
Gabah garing sekepelan
Ra Masalah wedhok lanang
Sing penting duwe bolongan
Nyolong waja tekan balongan
olehe ngedol adoh tekan SUMUT
Bolongan aja sembarang bolongan
bolongan kudu sing iso ngemut
Saka balongan nganti tekan sumut
mung saderma golek kuthuk
Bolongan apa tah sing isa ngemut
ya kuwi sing di arani tutuk
jare Durno, bojone jaran
dede kulo, anakke setan
Ono Teklek kejegur kalen…
Tinimbang nggolek mendingan balen…
Pit Abang
Pite mas Mantri
Nek ngesun Kembang
aku ya ngantri
Lelene mati ditutuk
Gowo mrene tak sujanane
Yen merene ra nate petuk
Ndang merene tak entenane
Putih-putih kembang randu
Kuning abang kembang palase
Ati seddih nang awak kuru
Kelingan adik ayu rupane
apa weruh mobat-mabite
Wong baita kaisen toya
Sopo weruh bibit kawite
Wong sak dunyo ra ono sing liya
Sawunggaling carito kuno
Sing digawe kayune jati
Yen eling dang sambangono
Ojo gawe gelaning ati
Wis suwe ora mangan gudheg
wani mbanting oleh dedeg
ayo mancing golek dheleg
ngadeg jejeg nyungggi klapa
ora kaya ewuhe nyunggi duren
ora bisa ngadeg bukane apa-apa
ning merga lemes saking olehe keluwen
medan ana terminal Amplas
yen udan kebanjiran nggo susuh kodok
lha mosok ora nduwe ide babar blas
apa ide kuwi di monopoli kaum ortodoks
siji loro telu papat
lima enem pitu wolu
biji loro tetep hebat
angger kembang melu ngguyu
Siji loro telu
astane sedheku
mirengake simbah mu
menawa di dangu
mangan bakwan anget-anget
dipangan karo lombok abang
awan-awan kok adus kringet
luwih penak yen di dus i kembang
kembang mlati kembang kenongo
ojo ganti, mengko gelo
dondong opo salak
duku cilik cilik
ngandong opo mbecak
mlaku timik timik
Bekicot nempel katok
Nyocot thok
Ndelok Monas seko Tugu
Ben ra panas jejer aku
Wit Gedang Awoh Pakel
Omong Gampang Nglakoni Angel
wit Pakel kesrempet bis kota
najan angel tetep usaha
Jajah deso milangkori
Gadjahbengko cen ngangeni
Nyangking Ember Kiwo-Tengen
Lungguh Jejer Tombo Kangen
Esuk Nyuling Sore Nyuling, Sulinge Arek Surabaya
Esuk eling Sore eling, sing dieling ra rumangsa
Pithik walik mangan peyek
isih cilik betah melek (hi hi hi… ciblek)
Awan-awan mangan gethuk
bubar mangan kok ngantuk
saben dina sangu rantangan
isine rantang katon methuthuk
Aku pancen bubar mangan
ning ora mangan gethuk
awan-awan tuku blonjo nang pasar pahing
prawan rondo kanggoku ra patek penting.
BEDUG TERBESAR DI DUNIA
Wisata Religi
Awal mulanya, Cokronagoro I sangat
menginginkan memiliki sebuah bangunan Masjid Agung di tengah kota
sebagai pusat kegiatan ibadah sekaligus memberikan ciri Islamiyah pada
Kabupaten Purworejo yang dipimpinnya.
Maka di sebelah barat alun-alun kota Purworejo yang berdekatan dengan kediaman (pendopo) Bupati , didirikanlah Masjid Agung Kadipaten yang sekarang bernama Masjid Darul Muttaqien. Masjid ini dibangun pada hari Ahad, tanggal 2 bulan Besar Tahun Alip 1762 Jawa, bertepatan dengan tanggal 16 April 1834 M, seperti tercantum pada prasasti yang terpasang di atas pintu utama masjid yang berada di Desa / Kelurahan Sindurjan.
Di atas tanah seluas kurang lebih 8.825 m2 masjid ini akhirnya berdiri megah di pusat kota Purworejo sebagai setra kegiatan dakwah dan ibadah muslim.
Kemegahan masjid tak ada gunanya tanpa banyaknya jumlah jamaah sebagai syarat utama memakmurkan masjid. Untuk itu, dipikirkan sarana “ mengundang “ jamaah hingga terdengar sejauh-jauhnya lewat tabuhan bedug sebagai tanda waktu sholat menjelang adzan dikumandangkan ( saat itu belum ada alat pengeras suara ).
Sekali lagi Cokronagoro I memerintahkan pembuatan Bedug dengan ukuran sangat besar dengan maksud agar dentuman bunyi bedug terdengar sejauh mungkin sebagai panggilan waktu sholat umat muslim untuk berjamaah di masjid ini.
Raden Patih Cokronagoro bersama Raden Tumenggung Prawironagoro ( Wedono Bragolan ) yang juga adik dari Cokronagoro I menjadi pelaksana tugas membuat Bedug Besar itu. Sama seperti bahan pembuatan masjid yang menggunakan kayu jati pilihan , bedug besar ini pun disepakati dibuat dari pangkal ( bonggol ) kayu jati bang bercabang lima ( dalam ilmu bangunan Jawa/Serat Kaweruh Kalang, disebut pohon jati pendowo ). Daerah tempat pohon jati ini berasal adalah Dusun Pendowo, Desa Bragolan, Kecamatan Purwodadi.
Konon, pohon jati yang digunakan untuk membuat bedug ini sebelumnya dianggap sebagai pohon keramat yang tak boleh ditebang. Namun karena Islam tak mengenal tahyul, dan atas perintah Bupati, maka pohon jati yamg telah berusia ratusan tahun itu ditebang juga.
Kyai Irsyad seorang ulama dari Loano
yang juga dipanggil Mbah Junus akhirnya berhasil menebang sekaligus
mematahkan mitos keramat pohon jati tersebut.
Ukuran atau spesifikasi bedug ini adalah : Panjang 292 cm, keliling bagian depan 601 cm, keliling bagian belakang 564 cm, diameter bagian depan 194 cm, diameter bagian belakang 180 cm. Bagian yang ditabuh dari bedug ini dibuat dari kulit banteng.
Pembuatan bedug yang akhirnya dicatat sebagai terbesar di dunia ini, ternyata tak semudah yang dikira. Berbagai kendala harus dilalui sehingga memakan waktu pengerjaan yang cukup lama. Para ulama dan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan karya agung ini senantiasa berdoa agar mendapat ridlo dari Alloh SWT.
Akhirnya pada tahun 1837, bedug terbesar di dunia ini rampung dibuat dan diletakkan di dalam Masjid Agung Kabupaten Purworejo ( sekarang Masjid Darul Muttaqien ) yang ditabuh menjelang adzan sebagai tanda waktu sholat.
Hingga sekarang warisan karya sejarah Islam ini terpelihara dengan baik dan tetap ditabuh sesuai fungsinya sebagai tanda waktu sholat. Para pengunjung seperti tak pernah surut mendatangi Masjid Darul Muttaqien, menyaksikan dari dekat bedug raksasa yang telah dicatat sebagai situs sejarah yang turut memberikan makna bagi perkembangan Islam di tanah Jawa.
Klenteng
Terletak di Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo
tepatnya di belakang pasar Baledono Purworejo. Bangunan ini didirikan
pada tahun 1888 oleh masyarakat Konghucu/Buddha. Bangunan ini dihiasi
dengan ukiran-ukiran serta ornamen-ornamen yang memiliki nilai estetika
budaya tinggi.
Gereja
Gereja ini didirikan pada tahun 1927 oleh Mgr.
Fisser, M.Sc. dengan arsitektur bergaya gothic. Sampai saat ini gereja
ini terawat dengan baik karena terletak di area Buderan dimana selain
gereja di komplek tersebut ada juga lembaga pendidikan yaitu SLTP dan
SLTA Buderan.
Gereja ini dibangun pada tahun 1879 dengan arsitektur
gaya Eropa beratap pilar dan pilaster bergaya Yunani. Gereja ini
bertempat di sebelah timur alun-alun dan sangat ramai dikunjungi umat
pada hari Minggu dan hari-hari besar keagamaan seperi Natal.
Sumber : http://www.purworejokab.go.id
Senin, 01 Oktober 2012
Yang Seneng Wayang
Tersebutlah, di kaki Gunung Indrakila, tepatnya di dalam Gua Mintaraga, Arjuna melaksanakan tapabrata
dan begelar Begawan Mintaraga. Ini adalah tahun ketujuh sejak
peristiwa Bale Sigala-gala. Tujuan Arjuna bertapa di Gunung Indrakila
semata-mata untuk mencari ketenangan diri, disamping bentuk upaya lahir
batin demi kejayaan Pandhawa.
Dari sinilah sebenarnya takdir digariskan
yang nantinya akan terbukti pada Perang Baratayudha. Barangkali dari
banyak kali Pendhawa berjasa pada Kahyangan Suralaya, inilah tonggak
terpenting yang nantinya akan memberi warna pada kehidupan anak-anak
mendiang Prabu Pandhudewanata.
Cerita
ini dimulai dari Kerajaan Himamimantaka, dimana sang Raja Raksasa
bernama Prabu Newata Kawaca yang tengah jatuh hati kepada putri Bethara
Indra bernama Dewi Supraba. Kecantikan bidadari yang satu ini memang
tak terkatakan, sehingga membuat Prabu Newatakawaca mempertaruhkan
apapun untuk bisa mempersuntingnya. Tak tanggung tanggung, dia
mengirimkan Patih Mamangdana dan Kala Mamamngmurka untuk menghadap
Bethara Guru guna meminta Dewi Supraba sekaligus meminta Tahta Suralaya.
Disaat
genting inilah Narada mendapat perintah untuk mencari bala bantuan dan
jago yang mampu mengalahkan Newatakawaca. Pilihan Narada jatuh pada
Arjuna yang ketika itu tengah bertapa di kaki gunung Indrakila. Arjuna
bisa mengalahkan Prabu Newatakawaca berkat bantuan Dewi Supraba. Atas
keberhasilan ini Arjuna dijadikan raja bagi para bidadari dan
diperkenannkan mengajukan beberpa permohonan. Permohonan Arjuna inilah
yang nantinya memberi warna pada Perang Baratayudha. Pertanyaannya
adalah, bagaimana Begawan Mintaraga mampu mengalahkan Newatakawaca yang
memiliki Aji Gineng? Apa saja permintaan Arjuna kepada para dewa?
Cerita ini sebenarnya merupakan
pertujukan live ki Manteb Sudarsono di Ditlantas Polda Metrojaya pada
tahun 2008, sehingga bahasa yang disampaikanadalah bahasa visual, bahasa
tontonan. Tetapi ketika teman saya dari Bandung (Mas S) memberikan
file ini, tak tahan rasanya saya ingin berbagi maka saya meminta ijinnya
untuk mengupload di blog ini. Beliau tidak keberatan. Masalahnya
adalah total file DAT lakon ini mencapai 4 GB, sehingga hampir tidak
mungkin untuk saya upload dengan kepasitas bandsidh yang terbatas. Oleh
karenanya saya hanya mengupload file audio dari pertunjukan tersebut.
Itupun masih terlalu besar sehingga saya perlu memecahnya menjadi
beberapa bagian.
Oleh
karena itu, apabila kualitas suara jauh dari kriteria cukup, saya bisa
memahami. Maka maaf adalah kata yang tepat untuk saya sampaikan kepada
anda. Tetapi diluar semuanya, rasa puas saya bisa berbagi dengan anda.
Selamat menikmati.
Dikuttip dari : http://jamansemana.com/
Nah kalau yang seneng dengan wayang seperti lakon wayang yang terkenal seperti lakon Petruk Dadi Ratu cari dilink ini langsung klik disini :
Langganan:
Postingan (Atom)











